"Life isn't about finding your self, life is about creating yourself."
Apa
sih yang paling diinginkan oleh saya, anda dan semua orang yang hidup
di dunia ini? Menurut hemat saya ada dua, yaitu : sukses dan
bahagia. Sukses memiliki perbedaan arti dengan bahagia. Sukses berarti
kita telah mendapatkan apa yang kita usahakan, sedangkan bahagia berarti
kita dapat menikmati apa pun yang kita dapatkan dari usaha kita.
Orang
yang sukses belum tentu bahagia. Orang yang bahagia belum tentu sukses.
Ada sebagian orang yang mendapatkan keduanya. Ada pula sebagian orang
yang hanya mendapatkan salah satunya saja. Ada kunci untuk meraih
kesuksesan. Ada kunci untuk meraih kebahagiaan. Jika kita menginginkan
keduanya, kabar baiknya hanya diperlukan satu kunci yaitu PERUBAHAN.
Kita harus merubah sesuatu.
Lalu apa yang harus kira rubah?
Belajar
dari pengalaman pahit dalam hidup saya yang harus kita rubah adalah
sesuatu yang ada di dalam diri kita, bukan di luar diri kita. Sesuatu
yang harus kita ubah adalah PIKIRAN dan EMOSI / PERASAAN kita. "Pikiran
akan membentuk perasaan kita. Perasaan kita akan membentuk keputusan
kita. Keputusan kita akan membentuk tindakan kita. Tindakan kita akan
membentuk kebiasaan kita. Kebiasaan akan membentuk karakter kita. Karakter kita akan membentuk nasib kita."
Dengan demikian merubah nasib harus diawali dengan merubah pikiran dan emosi kita.
Dunia
di luar diri kita hanyalah refleksi atau cermin dari dunia di dalam
diri kita. Dunia di dalam diri kita yaitu pikiran dan emosi adalah blue print
kehidupan kita. Dunia di luar diri kita yaitu alur kehidupan yang kita
alami selama ini. Melalui dunia luar tersebut kita dapat mengetahui
apakah dunia di dalam diri kita baik-baik saja atau perlu secepatnya
kita perbaiki.
Banyak
orang yang keliru. Mereka beharap kehidupan mereka berubah dulu baru
kemudian mereka merubah pikiran dan emosi mereka. Mereka berharap semua
masalah mereka selesai dulu baru kemudian mereka bahagia. Mereka
berharap kesuksesan datang dulu baru kemudian mereka merasa sukses. Mereka berharap situasi dan kondisinya menyenangkan dulu baru kemudian pikiran dan perasaan mereka menjadi positif.
Seperti
itu juga yang dulu saya pahami. Ibaratnya, ketika kita berkaca di
sebuah cermin, kita berharap bayangan diri kita di dalam cermin
bepakaian rapi dulu baru kemudian kita merapikan pakaian kita.
TERBALIK!
Pakaian
kita harus dirapikan dulu baru bayangan diri kita di dalam cermin akan
berubah. Bayangkan dulu semua masalah kita selesai maka masalah
kita akan selesai. Bayangkan dulu kita bahagia maka kita akan bahagia.
Pikirkan dan rasakan dulu hal-hal yang positif maka kehidupan kita akan
berubah menjadi positif, menyenangkan dan penuh dengan keberuntungan.
Begitulah seharusnya.
Perlu
Anda sadari bahwa foto yang dicetak tidak akan berubah sampai kita
merubah klise filmnya. Dan, klise film kehidupan kita adalah APAPUN YANG
ADA PADA PIKIRAN DAN PERASAAN KITA.
Jadi,
merubah pikiran dan emosi adalah kunci utama untuk merubah alur
kehidupan kita ke arah yang lebih baik yaitu hidup yang penuh dengan
kebahagiaan dan keberuntungan.
Merubah
pikiran dan emosi tidaklah sulit. Hanya saja itu membutuhkan komitmen
yang tinggi dan keterampilan yang harus dipelajari serta dibiasakan.
Segeralah berubah! Jangan sampai anda mengulangi kekeliruan yang saya
lakukan di masa lalu. Pengalaman memang guru yang terbaik. Tapi jangan
lupa, pengalaman
orang lain juga guru yang terbaik. Setiap orang adalah seorang arsitek.
Betul, anda sama sekali tidak salah baca, ARSITEK. Kita adalah arsitek
dari kehidupan kita sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar